SUMATERA, CMI News – Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) mendesak dilakukannya investigasi independen dan transparan terkait dugaan jatuhnya korban warga sipil dalam peristiwa yang terjadi di Kampung Dibuga (Desa Danggoa), Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Kamis (18/6/2026).
Ketua KOMPASS, Anderian Kamo, menyampaikan keprihatinan atas informasi yang beredar mengenai dua perempuan Papua, Otovina Hogajau dan Agolu Pogau, yang dilaporkan mengalami luka serius. Menurutnya, informasi tersebut perlu segera diverifikasi secara independen untuk memastikan fakta dan kronologi yang sebenarnya.
“Kami menegaskan bahwa keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan keamanan maupun penegakan hukum. Jika ada warga sipil yang menjadi korban dalam suatu operasi, maka negara wajib melakukan penyelidikan yang transparan dan akuntabel,” kata Anderian Kamo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/6/2026).
Ia mengatakan, bagi masyarakat Papua, kebun bukan hanya tempat mencari bahan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari ruang hidup, budaya, dan identitas masyarakat adat. Karena itu, setiap peristiwa yang diduga menyebabkan warga sipil terluka saat beraktivitas sehari-hari harus mendapat perhatian serius.













