Supriyadi tidak mau berandai-andai apakah maju atau tidak dalam Pilwakot nanti. Saat ini ia mengaku masih fokus menyelesaikan tugasnya di Komisi D DPRD Kota Semarang.
“Tak elok kalau menyodorkan diri. PDIP itu amat demokratis dan melihat kader secara meritokrasi. Tak bisa asal modal ngetop atau modal duit trus memaksakan kehendak jadi calon. Semua ada aturannya,” katanya.
Supriyadi juga mengaku menunggu arahan dari partainya. Karena selaku kader, loyalitas menjadi hal yang tak bisa ditawar.
“Apalagi untuk kepentingan pribadi. Nomor satu loyal dulu kemudian tunggu arahan partai. Kalau ditugasi ya tidak boleh nolak,” kata mantan Ketua DPRD Kota Semarang ini.***

















