Cikarang, CMI News — Indonesia masih memiliki cadangan batu bara nasional sebesar 31,95 miliar ton per Desember 2024, menurut data resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Jika tidak ada penemuan cadangan baru, angka ini diperkirakan cukup untuk menunjang kebutuhan selama 45 tahun ke depan, dengan asumsi produksi tahunan bertahan di kisaran 700 juta ton.
Namun, di balik angka yang terkesan “aman”, pemerintah menghadapi tantangan serius: minimnya kegiatan eksplorasi yang berpotensi memperbaharui atau bahkan menambah umur cadangan tersebut.
Eksplorasi: Kunci yang Belum Diutamakan
Menurut data Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral dan Batu Bara Nasional 2025, dari total cadangan yang ada, sebanyak 17,53 miliar ton tergolong sebagai cadangan terbukti, sementara 14,42 miliar ton masuk dalam kategori terkira. Namun Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, mengungkapkan bahwa belum ada alokasi anggaran khusus dari negara untuk kegiatan eksplorasi tambang.
Situasi ini sangat kontras dengan negara-negara lain—termasuk negara berkembang seperti Mesir—yang secara aktif menggelontorkan dana eksplorasi. Hasilnya pun konkret: kekayaan sumber daya alam Mesir melonjak dari US$1,5 miliar menjadi US$3,5 miliar hanya dalam beberapa tahun.
“Kita berharap ada tambahan cadangan, tetapi kenyataannya kita tidak menginvestasikan modal untuk eksplorasi, khususnya di wilayah-wilayah green field yang belum tergarap,” ujar Tri dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI (6/8/2025).


















