Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Tegal

Bupati Tegal Turun Tangan Atasi Kekeringan Danawarih, LBH Jong Java Buka Suara !!!

×

Bupati Tegal Turun Tangan Atasi Kekeringan Danawarih, LBH Jong Java Buka Suara !!!

Sebarkan artikel ini
foto: targetjurnalis.id

Proyek pembangunan Bendungan Danawarih di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, tengah menjadi sorotan utama. Proyek ini diduga kuat menjadi salah satu penyebab kekeringan parah yang melanda sejumlah wilayah di Tegal, mengancam ratusan hektar sawah dan mata pencarian ribuan petani.

Bupati Tegal Turun Tangan Atasi Kekeringan

Menanggapi laporan masyarakat terkait kekeringan di Desa Danawarih, Timbang Reja, dan Lebaksiu Kidul, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, bersama Komisi 3 DPRD Kabupaten Tegal Umi Azkiyani, perwakilan PT Minarta (pelaksana proyek), Kementerian Pertanian, Dirjen Tanaman Pangan, serta camat terkait, langsung meninjau lokasi proyek pada Jumat, 25 Juli 2025 kemarin.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Bupati Ischak Maulana Rohman mengakui bahwa pemerintah daerah berupaya keras mengatasi masalah ini, terutama karena 240 hektar sawah terancam gagal panen. “Kebutuhan air sangat mendesak, khususnya untuk area lahan pertanian,” tegas Bupati.

Solusi Sementara: Penyaluran Air Melalui Pipa

Sebagai solusi sementara untuk mengatasi krisis air, Bupati Tegal mengusulkan penyaluran air melalui pipa yang melewati konstruksi proyek. Cara ini diharapkan tidak akan mengganggu pekerjaan pembangunan bendungan. Pihak PT Minarta menyatakan akan segera mendiskusikan usulan ini dengan pimpinan proyek mereka.

“Mudah-mudahan segera mendapatkan keputusan dan bisa langsung dikerjakan agar kebutuhan air untuk masyarakat ini bisa terpenuhi,” ujar Bupati penuh harap.

Peran LBH Jong Java dan Wareng Slavia

Air Mengering di Lebaksiu: Warga Tercekik, Proyek Bendungan Disorot
Air Mengering di Lebaksiu: Warga Tercekik, Proyek Bendungan Disorot

Sebelumnya, isu dampak proyek Bendungan Danawari terhadap kekeringan telah diangkat oleh beberapa media dan mendapat perhatian dari LBH Jong Java dan Wareng Slavia. Kedua lembaga ini bahkan telah mengirimkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Adv. Gilang Adhika Purwacuta, S.H., perwakilan LBH Jong Java, berharap agar selama proyek berjalan, pendistribusian dan suplai air bersih untuk konsumsi masyarakat terdampak kekeringan dapat terus berjalan setiap harinya.

Dengan langkah cepat dari pemerintah daerah dan harapan akan respons positif dari pelaksana proyek, misteri di balik kekeringan di Tegal diharapkan dapat segera terkuak dan solusi permanen dapat ditemukan untuk menyelamatkan pertanian di wilayah tersebut.

























banner
error:
Verified by MonsterInsights