“Namanya siapa? Kalau tidak ada namanya di daftar, tidak bisa beli,” ucap salah seorang yang diduga karyawan toko saat dikonfirmasi tim investigasi di lokasi.
Kenyataan bahwa toko swasta memiliki database nama siswa secara lengkap memperkuat dugaan adanya konspirasi antara pihak sekolah, toko, dan penerbit. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan besar terkait keamanan data pribadi siswa yang diduga dibocorkan pihak sekolah ke pihak ketiga demi kepentingan bisnis.

Orang Tua Terintimidasi, LKS Jadi Pajangan
Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya karena takut nilai anaknya menjadi sasaran intimidasi, mengaku sangat terbebani. “Katanya sudah tidak ada LKS, tapi nyatanya masih ada. Sekarang lewat anak OSIS yang suruh share di grup,” ungkapnya.
Mirisnya, pengadaan LKS ini dianggap hanya sebagai ladang bisnis oknum semata. Pasalnya, banyak LKS pada semester sebelumnya yang tidak terpakai dalam kegiatan belajar mengajar. “Kemarin juga sudah beli, malah tidak kepake, hanya jadi pajangan,” imbuhnya dengan nada kecewa.
Melanggar Hukum dan Etika Pendidikan
Keterlibatan sekolah dalam memberikan daftar nama siswa kepada toko swasta untuk memfasilitasi penjualan LKS paket (12 Mapel) melanggar banyak aturan:
PP No. 17 Tahun 2010 & Permendikbud No. 75 Tahun 2016: Larangan keras bagi pendidik dan komite untuk berjualan buku/LKS.
Penyalahgunaan Data Pribadi: Memberikan daftar nama siswa ke pihak swasta tanpa izin resmi adalah pelanggaran privasi yang serius.
Pungli Terselubung: Mengkondisikan satu harga dan satu tempat adalah bentuk monopoli yang merugikan wali murid.
Bisnis LKS dengan kedok “titip toko” ini adalah tamparan bagi integritas pendidikan di Kabupaten Pemalang. Dengan adanya daftar nama siswa di toko tersebut, pihak sekolah tidak bisa lagi berdalih “tidak tahu-menahu”.
Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang dan Satgas Saber Pungli dituntut segera bertindak tegas. Jangan biarkan nasib dan nilai siswa digadaikan demi komisi dari lembaran-lembaran kertas yang pada akhirnya hanya menjadi sampah di rumah siswa.
Hingga berita ini diunggah pihak CMI News, masih berupaya konfirmasi kepada pihak sekolah SMP Negeri tersebut.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













