
CMI News — Tekanan jual dari investor asing kembali membayangi pasar saham domestik. Kali ini, giliran PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menjadi sasaran utama.
Pada perdagangan, investor asing mencatat net sell senilai Rp757,3 miliar di saham bank milik Grup Djarum tersebut. Aksi jual masif itu langsung menekan harga saham BBCA hingga turun 2,64% ke Rp7.375, menyentuh level terendah dalam tiga tahun terakhir.
Secara bulanan, saham BBCA telah terkoreksi 7,81%, sementara sejak awal tahun penurunannya mencapai 23,77%. Bahkan jika ditarik dalam tiga tahun terakhir, harga saham bank berkapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini telah terpangkas lebih dari 10%.
Aksi Jual Asing Meluas, RAJA dan WIFI Ikut Jadi Korban
BBCA bukan satu-satunya korban aksi jual asing. Sejumlah saham lain juga ikut dilepas. Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatat net sell Rp150,9 miliar, disusul PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) senilai Rp100,4 miliar.

Secara keseluruhan, investor asing melakukan pembelian senilai Rp6,87 triliun, namun menjual hingga Rp7,32 triliun, menghasilkan net foreign sell Rp455,1 miliar. Angka ini meningkat tajam dibandingkan perdagangan sebelumnya yang hanya mencatatkan net sell Rp89,4 miliar.
Berikut 10 saham dengan net sell terbesar pada perdagangan:
1. BBCA – Rp757,3 miliar
2. RAJA – Rp150,9 miliar
3. WIFI – Rp100,4 miliar
4. BREN – Rp83,8 miliar
5. EMTK – Rp67,6 miliar
6. TOBA – Rp53,3 miliar
7. BMRI – Rp53,3 miliar
8. BBNI – Rp44,9 miliar
9. PTRO – Rp31,2 miliar
10. BRPT – Rp30,2 miliar
IHSG Bergerak Liar, Ditutup Melemah Tipis
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,04% atau 3,25 poin ke posisi 8.166,03 pada akhir perdagangan Rabu.
Pergerakan IHSG sepanjang hari terbilang volatil. Indeks sempat dibuka menguat 0,4% ke 8.201,14, namun tak lama kemudian anjlok hingga 1,52% ke 8.044,93, sebelum akhirnya berhasil memangkas pelemahan di akhir sesi.
Sebanyak 290 saham menguat, 401 melemah, dan 103 stagnan. Aktivitas pasar tergolong ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp29,48 triliun, melibatkan 39,94 miliar saham dalam 3,11 juta transaksi.






