
Batang, CMI News – Sebuah penemuan luar biasa di Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Batang, telah menggemparkan dunia arkeologi Jawa Tengah. Candi Bata yang terkubur selama berabad-abad ini diperkirakan sebagai candi bata tertua di Jawa Tengah, menandakan era baru dalam pemahaman sejarah di wilayah ini.
Penemuan candi ini berawal dari penelitian tim arkeolog dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Veronique de Groot, seorang arkeolog dari Perancis. Ekskavasi yang dilakukan sejak tahun 2022 membuahkan hasil yang menakjubkan, yaitu struktur bata merah yang tersusun rapi membentuk sebuah candi.
Menurut perkiraan para arkeolog, Candi Bata ini berasal dari abad ke-7, menjadikannya candi bata tertua yang pernah ditemukan di Jawa Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa Batang memiliki sejarah panjang dan peradaban maju di masa lampau.
Candi ini kemungkinan besar didirikan pada masa Kerajaan Kalingga,” ungkap Bambang, ketua tim arkeolog BRIN. “Penemuan ini sangat penting karena memberikan bukti baru tentang sejarah Jawa Tengah dan peradaban Kalingga.”
Candi Bata ini diperkirakan memiliki ukuran 16 x 16 meter dengan satu pintu masuk. Saat ini, tim arkeolog masih terus melakukan ekskavasi untuk mempelajari lebih lanjut tentang candi ini, termasuk fungsi dan bentuk aslinya.

Penemuan Candi Bata di Batang ini menjadi daya tarik baru bagi wisata sejarah dan budaya di Jawa Tengah. Diharapkan dengan penelitian dan pelestarian yang berkelanjutan, candi ini dapat menjadi sumber pengetahuan dan edukasi bagi masyarakat luas.
Penemuan Candi Bata di Batang ini adalah bukti nyata kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Diharapkan dengan pelestarian yang tepat, candi ini dapat terus dijaga dan dinikmati oleh generasi mendatang.
Dilansir dari laman pemkab Batang, “Hari ini merupakan hari ketiga penggalian oleh Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) di situs pemandian Balekambang, Kecamatan Gringsing,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang Bambang Suryantoro Sudibyo pada Rabu (26/6/2024).
Menurutnya, area kompleks candi ini diperkirakan sangat luas. Delineasi sementara menunjukkan luas candi sekitar 1,6 kilometer kali 1,6 kilometer.
Bambang menyatakan bahwa, kompleks candi ini bisa mirip dengan Candi Borobudur yang menyatu dalam satu bangunan, atau seperti Candi Prambanan yang memiliki candi-candi terpisah dalam satu kompleks.
“Tim ekskavasi terdiri dari berbagai ahli, termasuk dari BRIN Pusat, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, dan Ikatan Arkeologi Indonesia. Berdasarkan pemetaan wilayah sekitar candi, juga ditemukan titik candi lain sekitar 200 meter dari candi pertama,” jelasnya.
Selama 10 hari dilakukan eksekusi oleh BRIN. Hari ini sudah kelihatan muncul bentuk candi. Proses ekskavasi candi pertama ini akan selesai pada tanggal 1 Juli 2024. Hasil ekskavasi akan disampaikan melalui diskusi dengan Bapelitbang dan DPUPR Kabupaten Batang.
“Temuan candi ini menjadi salah satu daya tarik sejarah dan budaya Jawa Tengah, serta diharapkan akan membuka lebih banyak informasi tentang masa lalu,” pungkasnya.








