
CMI News — Aktivitas warga di wilayah Cibitung hingga Cikarang terganggu akibat banjir yang menggenangi Jalan Raya Cibitung–Cikarang, tepatnya di kawasan depan Ramayana Cibitung dan pool bus Mayasari Bhakti.
Genangan air yang muncul usai hujan deras membuat arus lalu lintas tersendat parah. Kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa berjalan merayap, bahkan sebagian memilih berhenti karena khawatir mesin mogok.
Pantauan di lapangan menunjukkan ketinggian air bervariasi, dengan beberapa titik mencapai sekitar 50 sentimeter. Kondisi ini tak hanya melumpuhkan jalan utama, tetapi juga merendam sejumlah fasilitas penunjang, termasuk penitipan sepeda motor di sekitar lokasi.
Kemacetan pun tak terhindarkan. Antrean kendaraan mengular cukup panjang, membuat waktu tempuh warga meningkat drastis, terutama bagi pekerja yang hendak pulang atau melintas menuju kawasan industri.
Seorang warga setempat, Didi, mengatakan banjir datang cukup cepat setelah hujan mengguyur dengan intensitas tinggi.

“Kondisinya langsung penuh. Kami sudah coba hubungi pihak terkait untuk minta bantuan, tapi sampai sekarang masih nunggu,” ujarnya dikutip dari Instagram seputar Cikarang Jum’at, (26/1/2026).
Situasi di lapangan juga memaksa sebagian pengendara memutar balik atau mencari jalur alternatif demi menghindari genangan yang semakin dalam.
Sementara itu, pengelola salah satu penitipan sepeda motor yang ikut terdampak menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Begitu air surut, kami akan langsung lakukan pembersihan,” kata pengelola.
Banjir di kawasan tersebut diduga kuat dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir, ditambah buruknya drainase di titik rawan genangan.
BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur-jalur utama yang kerap terdampak banjir.
Warga juga diminta terus memantau informasi resmi guna mengantisipasi kemungkinan genangan susulan.






