Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Bencana AlamPapua

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Dogiyai, Satu Keluarga Tewas

×

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Dogiyai, Satu Keluarga Tewas

Sebarkan artikel ini
Banjir Bandang dan Longsor Terjang Dogiyai, Satu Keluarga Tewas

Kronologi Kejadian Banjir Bandang dan Longsor

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 22.00 WIT, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama 2 hari dua malam sejak Sabtu, 3 – 4 September 2024. Akibatnya empat warga meninggal dunia. Banjir bandang yang datang tiba-tiba menyebabkan sungai meluap dan membawa material lumpur serta kayu-kayuan. Longsor pun terjadi di beberapa titik, hingga menimbun rumah-rumah warga.

Korban Jiwa dan Upaya Pencarian

Tiga korban meninggal merupakan satu keluarga, yakni Dorthea Iyai yang merupakan guru SD Inpres Pona Kampung Putapa, dan tiga anaknya Dekris Anouw (12), Enjelia Anou (9), dan Benny Anou beserta satu bayi dalam kandungan, Pada Senin (5/8) siang, korban berhasil dievakuasi warga setempat.

Selain empat orang yang dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi warga, diduga masih ada satu anak yang belum diketahui keberadaannya. Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat masih terus melakukan pencarian terhadap kemungkinan korban lain yang masih tertimbun longsor.

Sebanyak 10 longsor terjadi di gunung Pouya membuat curah hujan tahun ini lebih dahsyat di banding curah hujan tahun-tahun sebelumnya. Perlu di ketahui, bahwa setiap tahun selalu meluap air akibat derasnya curah hujan.

diakibatkan, aliran sungai atau Kali tukaa yang tertutup dengan limbah pembuangan sampah masyarakat. Sehingga membuat air selalu naik dan tertimbun tanah pertanian masyarakat.

Menurutnya, salah satu warga dilokasi yang ingin disebut namanya. Diduga penyebabnya adalah banyaknya kali yang muarah ke selatan, seperti kali tukaa, mauwa, makamo, edege, mati, dune, okeiya dan kali kecil lainnya dengan kondisi pintu keluar air yang sempit.

Ia menyamoaikanm sampai detik ini pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai atau melalui dinas terkait tidak ada rencana penanganan pembuangan air di Kabupaten Dogiyai tersebut. Pada hal pembuangan air ini merupakan salah satu masalah utama dari beberapa masalah di Kabupaten Dogiyai. Imbuhnya

Dampak Bencana dan Bantuan

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah warga dan infrastruktur di Kampung Bukapa. dan

Banjir disertai longsor di Kabupaten Dogiyai kali ini menimpa empat Distrik di Kabupaten Dogiyai yakni; Distrik Kamuu Timur, Kamuu Utara, Kamuu Selatan dan Kamuu.

Upaya Penanganan dan Pencegahan

Bupati Dogiyai telah menetapkan status tanggap darurat bencana dan memerintahkan seluruh jajaran terkait untuk melakukan penanganan secara cepat dan tepat. Upaya evakuasi, pencarian korban, dan penyaluran bantuan terus dilakukan.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi dan langkah-langkah pencegahan agar bencana serupa tidak terulang kembali.

Peringatan Dini dan Kewaspadaan

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat musim hujan. Perhatikan peringatan dini dari BMKG dan pemerintah setempat. Jika terjadi tanda-tanda bencana, segera evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Solidaritas dan Dukungan

Mari kita bersama-sama mendoakan para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga mereka diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Kita juga dapat memberikan dukungan dengan berdonasi atau menjadi relawan untuk membantu para korban.

Informasi Lebih Lanjut

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penanganan bencana di Dogiyai, Anda dapat menghubungi posko bencana atau mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan media terpercaya.





















banner
error:
Verified by MonsterInsights