“Ke depan, untuk logam tanah jarang tidak akan kami izinkan dikelola umum. Negara yang akan mengatur tata kelolanya, dengan aturan khusus yang segera disiapkan,” katanya.
Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah memperkuat rantai pasok industri strategis yang mendukung pertahanan nasional dan teknologi masa depan, mulai dari energi hijau hingga industri semikonduktor.
Pembagian Peran: BIM vs Kementerian ESDM
Bahlil menjelaskan, BIM akan fokus pada riset, hilirisasi, dan pemetaan rantai nilai mineral strategis, sementara Kementerian ESDM tetap berperan pada penyediaan bahan baku dari sisi hulu.
“ESDM siapkan bahan bakunya, sementara produk akhir akan diarahkan oleh Badan Industri Mineral. Dengan begitu, rantai nilai lebih terintegrasi,” jelasnya.



















