Sebagai tindak lanjut, DPRD Kota Bekasi berencana mempertemukan kembali kedua belah pihak dengan menghadirkan perwakilan warga terdampak serta pihak perusahaan agar pembahasan berjalan lebih terbuka dan menghasilkan solusi konkret.
Anton menegaskan, DPRD akan terus mengawal penanganan kasus ini hingga hak-hak masyarakat benar-benar dipenuhi. Ia juga mengingatkan pengelola SPBE agar tidak lepas tangan, sebab insiden tersebut bukan hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga memunculkan keresahan warga yang efeknya menjalar seperti retakan kecil pada kaca, tampak sepele di awal namun bisa melebar ke mana-mana bila dibiarkan. (adv)













