
PEMALANG, CMI News – Langkah responsif langsung ditunjukkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pemalang di lapangan. Menindaklanjuti sorotan tajam dari Anggota DPR RI terkait tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur komersial Pantai Utara (Pantura), aparat kepolisian setempat kini memberlakukan kebijakan tegas dengan mengalihkan seluruh kendaraan barang bersumbu tiga atau lebih untuk wajib masuk ke jalur tol.
Langkah taktis ini diambil guna memastikan keselamatan pengguna jalan, mengurai kepadatan arus di jalur arteri, sekaligus meminimalisir kerusakan jalan umum akibat beban kendaraan yang melebihi kapasitas (tonase berat).
Sebelumnya, Anggota DPR RI, Rizal Bawazier, memberikan perhatian khusus terhadap kondisi pelik di jalur Pantura Pemalang-Pekalongan. Pria yang akrab disapa RB tersebut menyampaikan banyaknya keluhan dari masyarakat yang merasa cemas saat berkendara di jalur utama nonsub-tol, lantaran kerap terjadinya insiden kecelakaan fatal yang melibatkan armada truk bertubuh besar.
Merespons cepat urgensi keselamatan publik tersebut, Satlantas Polres Pemalang langsung bergerak mengimplementasikan kebijakan sterilisasi jalur arteri dari kendaraan berat tertentu. Kebijakan ini secara resmi disosialisasikan dan dipertegas melalui laman media sosial resmi @satlantas_polres_pemalang pada Jumat (29/05/2026).
Pantauan di titik-titik strategis wilayah hukum Pemalang menunjukkan personel kepolisian disiagakan secara penuh. Petugas secara aktif melakukan penyekatan, pengaturan, dan pengawasan langsung guna mengarahkan truk tronton, trailer, hingga truk tangki agar langsung membelokkan kendaraannya menuju gerbang tol terdekat.

”Pengalihan ini demi kemaslahatan dan keselamatan bersama. Kami menghimbau seluruh armada angkutan barang dengan kriteria sumbu 3 ke atas untuk mematuhi regulasi ini guna menekan fatalitas kecelakaan di jalan raya,” tegas pihak Satlantas Polres Pemalang dalam takarir resminya.
Polres Pemalang juga tidak segan-segan untuk menerapkan sanksi hukum yang berlaku bagi para pengemudi yang nekat membandel atau melanggar aturan pengalihan arus ini.
Hingga saat ini, pos pengawasan darurat masih terus diaktifkan di titik-titik rawan guna memastikan arus lalu lintas di Pantura kembali mengalir dengan aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat luas.









