Sementara itu, korban yang diketahui bernama IL, mengungkapkan bahwa meskipun ia telah mengunggah kejadian tersebut di media sosial, ia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi pada pasien lain.
“Masalah saya sudah selesai setelah dilakukan mediasi dengan baik. Saya sudah memaafkan pihak yang bersangkutan, terlepas dari apakah itu disengaja atau merupakan kekhilafan. Saya berharap Puskesmas Petarukan dapat memperbaiki layanannya ke depannya,” kata IL.
Kapolsek Petarukan, Iptu Amroni, menambahkan bahwa permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak akan dilanjutkan ke ranah hukum.
“Kami mengawal jalannya mediasi dan alhamdulillah semua pihak sudah saling memaafkan. Masalah ini tidak berlanjut ke jalur hukum,” jelas Amroni.
Insiden ini menjadi pembelajaran bagi pihak puskesmas dan diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta memperbaiki prosedur pelayanan medis agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.













