
CMI News – Pemerintah mulai menyiapkan langkah besar untuk mewujudkan sejumlah agenda ekonomi prioritas pada tahun depan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) akan memainkan peran penting dalam mendukung empat program utama yang menjadi fokus presiden.
“Ke depan, TPAKD diharapkan dapat membuka akses pembiayaan bagi agenda prioritas Bapak Presiden, mulai dari makan bergizi, koperasi desa, hingga energi bersih,” ujar Airlangga Jumat (10/10/2025).
1. Program Makan Bergizi Gratis: Investasi untuk SDM Masa Depan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu prioritas utama pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Airlangga menilai, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada kesiapan sistem keuangan daerah dalam menyalurkan dana secara tepat sasaran.

“TPKAD bisa membantu memastikan pembiayaan program MBG berjalan lancar dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
2. Koperasi Desa Merah Putih: Dorong Ekonomi Rakyat dari Akar Rumput
Airlangga juga menyinggung percepatan Koperasi Desa Merah Putih, program pemberdayaan ekonomi rakyat yang akan digencarkan mulai tahun depan.
Melalui koperasi ini, pemerintah ingin memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil di pedesaan.
“Program koperasi Merah Putih akan di-roll lebih cepat tahun depan agar ekonomi rakyat bisa tumbuh lebih merata,” tegasnya.
3. Energi Bersih dan Swasembada Energi: “1 Hektar, 1 Megawatt”
Isu transisi energi menjadi perhatian serius dalam pemerintahan baru. Presiden Prabowo, kata Airlangga, berharap TPKAD dapat membantu memperluas akses pembiayaan untuk energi bersih, khususnya melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di desa-desa.
“Bapak Presiden ingin model PLTS desa dimulai dengan konsep ‘1 hektar, 1 megawatt’. Kalau ini diterapkan di 80 ribu desa, potensi kita bisa mencapai 80 gigawatt. Ini langkah besar menuju swasembada energi,” ujarnya.
Airlangga menambahkan, pemerintah juga tengah mengkaji manfaat ekonomi dan potensi penghematan subsidi dari proyek energi bersih tersebut.
4. Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Inklusi Keuangan Jadi Kunci
Selain itu, Airlangga menekankan pentingnya peran TPKAD dalam mempercepat inklusi keuangan sebagai strategi untuk menekan kemiskinan ekstrem. Dengan akses keuangan yang lebih luas, pelaku UMKM di daerah diharapkan bisa terbebas dari praktik pinjaman rentenir.
“TPKAD harus memastikan pelaku UMKM punya akses ke lembaga keuangan resmi agar mereka bisa tumbuh tanpa terjebak utang berbunga tinggi,” tuturnya.
Target 98% Kepemilikan Rekening Bank pada 2027
Airlangga juga menyebut, Presiden Prabowo menargetkan setiap keluarga di Indonesia memiliki rekening bank pada 2027. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial dan berbagai program pemerintah lainnya.
“Saat ini inklusi keuangan kita sudah mencapai 92,74%, tapi literasi keuangan baru 66,64%. Masih ada gap sekitar 26 persen yang perlu kita tutup,” katanya.
Dengan kepemilikan rekening yang lebih luas, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran dan efisien.






