CMI News — Cuaca ekstrem akibat badai siklon di ujung barat Indonesia telah memicu banjir bandang dan tanah longsor parah di Sumatera Utara dan Aceh sejak akhir November.
Dampaknya tidak hanya memengaruhi aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan risiko nyata bagi sejumlah emiten besar yang memiliki aset strategis di wilayah terdampak.
Gangguan logistik, kerusakan infrastruktur, hingga potensi penghentian operasional bisa menekan kinerja kuartal IV-2025, menjelang penutupan tahun ini. Berikut beberapa emiten yang asetnya berada di jalur bencana:
United Tractors (UNTR) – Risiko Logistik di Batang Toru
UNTR mengoperasikan Tambang Emas Martabe melalui anak usaha PT Agincourt Resources di Tapanuli Selatan. Operasional skala besar meliputi penambangan terbuka, pabrik pengolahan bijih emas, dan bendungan limbah yang sensitif terhadap curah hujan tinggi. Meski manajemen menegaskan standar keamanan tinggi, akses logistik utama yang terputus dapat menghambat pasokan bahan penting seperti solar dan bahan kimia, serta memicu sorotan ESG dari publik.













