Cikarang, CMI News – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (9/9/2025). Data Refinitiv mencatat, hingga pukul 09.36 WIB rupiah terdepresiasi 1,12% ke posisi Rp16.483 per dolar AS. Angka ini nyaris menyentuh level psikologis Rp16.500.
Pelemahan rupiah muncul sehari setelah Presiden Prabowo Subianto merombak kabinet dengan menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Purbaya sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pasar Menguji Kepemimpinan Baru
Menurut Josua Pardede, Chief Economist Bank Permata, pelaku pasar kini akan menguji kepemimpinan Purbaya pada dua hal utama: kesinambungan kebijakan fiskal dan kualitas komunikasi publik.
“Pasar sangat sensitif terhadap sinyal melemahnya disiplin fiskal. Ini sudah tercermin dari pelemahan rupiah dan volatilitas saham sejak 2024 hingga awal 2025,” jelas Josua.













