Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Pemalang

Pemalang Lestarikan Budaya Lewat Beber Wayang & Boyong Kereta

×

Pemalang Lestarikan Budaya Lewat Beber Wayang & Boyong Kereta

Sebarkan artikel ini
Pemalang Lestarikan Budaya Lewat Beber Wayang & Boyong Kereta

Pemalang, CMI News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menggelar tradisi “Beber Wayang dan Boyong Kereta” sebagai upaya melestarikan budaya daerah. Acara ini dilaksanakan pada Selasa (16/7/2024) di Eks Rumah Dinas Wakil Bupati dan Rumah Dinas Bupati Pemalang.

Tradisi Beber Wayang dan Boyong Kereta merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini bertujuan untuk merawat dan membersihkan benda-benda pusaka milik Kabupaten Pemalang, termasuk kereta kencana dan wayang kulit.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang, Abdurahman, melalui Kabid Kebudayaan Suwarso, menjelaskan bahwa makna dari Beber Wayang adalah merawat benda pusaka dalam bentuk wayang dengan cara memajang atau membebernya agar terkena angin. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan pada wayang tersebut.

“Dulu diambil wayangan tertua yang ada di Pemalang dan karena ini disimpan sebagai benda pusaka jadi kami keramatkan,” ujarnya.

Suwarso tidak menyebutkan secara rinci jumlah wayang yang dibeber, namun ia mengungkapkan bahwa jumlahnya cukup banyak. Beberapa wayang yang tengah dibeber atau dipajang bahkan sudah ada yang rusak dan melengkung. Oleh karena itu, proses beber wayang ini menjadi sangat penting untuk menjaga kelestarian benda-benda pusaka tersebut.

Setelah pelaksanaan tradisi Beber Wayang, acara dilanjutkan dengan Boyong Kereta. Kereta Turonggo Jati diboyong dari Eks Rumah Dinas Wakil Bupati Pemalang ke Garasi Rumah Dinas Bupati untuk disatukan dengan kereta Seto Mraman. Kedua kereta kencana ini kemudian dijamas atau dibersihkan sebagai bagian dari prosesi pelestarian budaya.

Prosesi jamasan kereta kencana dan benda pusaka lainnya dilakukan di Garasi Rumah Dinas Bupati pada pukul 15.30 WIB. Jamasan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap benda-benda pusaka yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Pemalang.

Melalui kegiatan Beber Wayang dan Boyong Kereta, Pemkab Pemalang menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya daerah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk merawat benda-benda pusaka, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan menghargai warisan budaya leluhur.

Diharapkan, tradisi Beber Wayang dan Boyong Kereta dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari identitas budaya Kabupaten Pemalang. Dengan demikian, generasi mendatang dapat terus menikmati dan mempelajari kekayaan budaya yang dimiliki oleh daerah ini.

























banner
error:
Verified by MonsterInsights