Palembang, CMI News – Kekejaman mewarnai penemuan jasad seorang pegawai koperasi di Palembang.

Korban, Anton Eka Saputra (35), ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, mayat dicor di sebuah ruko milik salah satu nasabah koperasi.

Pelaku pembunuhan tak lain adalah nasabah itu sendiri, dipicu dendam terkait hutang piutang.

Anton, yang bekerja di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Buana Jaya, dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak 8 Juni 2024.

Penyelidikan intensif mengantarkan polisi ke ruko milik EP (inisial pelaku), nasabah bermasalah di koperasi tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, polisi akhirnya menemukan jejak korban di sebuah ruko milik EP (inisial pelaku), salah satu nasabah bermasalah di koperasi tersebut.

Pelaku (EP) mengaku nekat membunuh Anton karena kesal dengan perlakuan korban yang selalu menagih hutangnya.

Ia merencanakan pembunuhan bersama dua orang lain, dan melancarkan aksinya pada 7 Juni malam.

Korban Mayat Dicor

Setelah menghabisi nyawa Anton, para pelaku menyeret jasadnya ke ruko EP dan mengecor mayat korban di sebuah lubang bekas kolam kecil di belakang ruko. Kekejaman para pelaku ini sontak menggemparkan warga sekitar.

Polisi menemukan jasad Eko terkubur dengan cor di ruko pakaian Distro ‘Anti Mahal’ yang berada di Jalan KH Dahlan, Perumahan Maskarebet, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Kombes Harryo Sugihhartono, Kapolrestabes Palembang, saat dihubungi centermediaindependent.com, mengatakan ” Pihaknya atau tim identifikasi Satreskrim Polrestabes Palembang bersama tim Forensik RS Bhayangkara M Hasan Palembang telah mengevakuasi jenazah korban.

” Saat itu, kami mendatangi TKP pembunuhan seorang petugas penagih suatu koperasi, dan korban sebelumnya dikabarkan hilang,” jelasnya kepada wartawan saat dihubungi melalui seluler, pada Rabu (26/6) sore.

Hasil penyelidikan sementara, bahwa korban diduga dibunuh saat melakukan penagihan.

” Satu orang pelaku berhasil diamankan yang ikut dalam aksi pembunuhan,” kata Harryo

“Tersangka utamanya adalah debitur korban yang masih kita kejar,” kata Harryo

Harryo menjelaskan, pembunuhan tersebut dilakukan oleh tiga orang pelaku. Saat datang ke ruko, dua pelaku lain seolah-olah sebagai pelanggan yang hendak membeli baju.

Anton yang datang kemudian berbincang dengan pemilik ruko untuk menagih utang.

Namun, saat korban lengah seorang pelaku langsung memukulnya dengan besi di bagian kepala hingga tewas.

“Korban tidak curiga karena tersangka lain menyamar seolah-olah seperti pembeli. Ketika terjadi perbincangan, korban dipukul dari belakang,” ujarnya.

Setelah korban tewas, jenazahnya kemudian dibawa ke belakang ruko dan dikuburkan.

Bahkan, jenazah korban diketahui sempat dicor oleh pelaku untuk menghilang jejak aksi pembunuhan tersebut dan jenazah korban berhasil dievakuasi.