Menurut organisasi-organisasi kemanusiaan di sana, medan yang berbahaya dan sulitnya memperoleh bantuan ke lokasi meningkatkan kekhawatiran bahwa hanya sedikit orang yang bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Lokasi yang terpencil dan perang suku di dekat wilayah itu juga menghambat upaya bantuan, tambah mereka.
Negara tetangga Australia pada Senin (27/5) mengumumkan paket bantuan awal senilai A$2,5 juta (setara Rp26 miliar) dan akan mengirimkan para ahli teknis untuk membantu proses evakuasi korban jiwa dan pemulihan di Papua Nugini.
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan, “Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah Papua Nugini untuk mencari cara terbaik demi memberikan bantuan dalam beberapa hari ke depan.”
Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menawarkan bantuan.***













