PEMALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang mengambil langkah cepat dan tegas dalam menjamin kesejahteraan para pejuang gizi di wilayahnya. Seluruh pengurus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan relawan Dapur MBG (Makanan Bergizi) didorong wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan hanya dengan premi ringan sebesar Rp 16.800 per orang untuk dua program utama.

Langkah strategis ini disampaikan oleh Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, saat membuka sosialisasi pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan di Pemalang pada Rabu (19/11/2025).

Komitmen Pemkab: Semua Relawan Harus Terlindungi

Nurkholes menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk apresiasi dan perlindungan konkret Pemkab terhadap risiko yang mungkin dihadapi relawan saat bekerja.

“Tidak satu pun yang tidak, semuanya daftar. Proses pada hari ini adalah bagian dari percepatan agar 45 dapur yang sudah terdata dapat dengan cepat menerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Nurkholes.

Wabup mengungkapkan bahwa saat ini, dari 45 dapur yang sudah berdiri, baru 22 dapur yang datanya masuk. Oleh karena itu, percepatan pendataan dan pendaftaran menjadi prioritas utama.

Target Ambisius: 143 Dapur Gizi Rampung Awal 2026

Program MBG di Pemalang memiliki target ambisius, yaitu mendirikan total 143 dapur. Untuk mencapai angka tersebut, Pemkab berharap setiap bulan setidaknya 30 dapur baru dapat dibangun.

“Ini lagi kita upayakan seluruh mitra untuk percepatan pembangunannya. Kalau semuanya sesuai dengan aturan hari kerja, saya kira mungkin awal Januari atau Februari tahun 2026 itu sudah semuanya selesai,” ungkapnya optimistis.

Manfaat Perlindungan Penuh dari BPJS Ketenagakerjaan

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, Widhi Astri Aprillia Nia, menjelaskan bahwa dengan premi Rp 16.800, relawan akan mendapatkan perlindungan penuh melalui dua program utama:

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): Memberikan perlindungan dari risiko saat bekerja di dapur MBG.

Jaminan Kematian (JKM): Memberikan santunan kepada ahli waris jika terjadi risiko terburuk.

Selain JKK dan JKM, BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan Jaminan Hari Tua (JHT) yang berbentuk tabungan.

“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen bagaimana relawan ataupun SPPG bisa meningkatkan kesejahteraannya dengan adanya tambahan manfaat program ini,” jelas Widhi.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah proses percepatan agar semua pihak yang bekerja di ekosistem MBG tidak perlu khawatir lagi mengenai pembiayaan dampak sosial ekonomi jika terjadi risiko kerja.

Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan sekitar 100 dapur lagi selesai pendataannya pada akhir bulan, memastikan perlindungan sosial secara bertahap merata ke seluruh relawan Dapur MBG di Pemalang.