CMI News – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi pusat perhatian dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Selasa (23/9/2025). Dalam pidatonya, Trump mengklaim telah menghentikan tujuh konflik bersenjata yang berlangsung puluhan tahun hanya dalam waktu tujuh bulan masa pemerintahannya. Klaim ini disampaikan bersamaan dengan kritik pedas terhadap PBB yang dinilainya tidak berfungsi maksimal.

Trump menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Dalam kurun waktu hanya tujuh bulan, saya telah mengakhiri tujuh perang yang disebut tak berujung. Beberapa berlangsung lebih dari tiga dekade. Saya mengakhirinya,” ujar Trump.

Konflik yang Diklaim Berhasil Dihentikan

Trump menyebut konflik yang dimaksud meliputi beberapa kawasan strategis dunia:

Kamboja – Thailand

Kosovo – Serbia

Kongo – Rwanda

Pakistan – India

Israel – Iran

Mesir – Etiopia

Armenia – Azerbaijan

Menurutnya, capaian ini diraih melalui jalur negosiasi langsung dengan para pemimpin negara terkait, tanpa campur tangan PBB.

Kritik Keras untuk PBB

Trump tidak hanya menyoroti capaian diplomasi, tetapi juga melontarkan sindiran keras terhadap PBB. Ia menilai lembaga internasional tersebut gagal menjalankan peran sebagai mediator global.

“Sayang sekali saya yang harus melakukan hal-hal ini, bukan PBB. Dalam semua kasus, PBB bahkan tidak mencoba membantu. Yang saya dapatkan dari PBB hanyalah eskalator rusak dan teleprompter yang tidak berfungsi,” kata Trump, disambut tawa sebagian hadirin.

Meski demikian, Trump mengakui bahwa PBB memiliki potensi besar untuk menjadi motor perdamaian dunia. Hanya saja, menurutnya, lembaga ini belum mampu memanfaatkan peran strategisnya.

“Sebagian besar, mereka hanya menulis surat yang sangat tegas, tanpa tindak lanjut yang nyata,” tambahnya.