Pemalang, CMI News – Seorang pekerja bangunan di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang mengalami tragedi memilukan pada hari, Jumat (24/5) kemarin. Pria tersebut, yang diketahui bernama WY, harus kehilangan Jari tangan dan kakinya akibat tersengat aliran listrik saat bekerja di gedung baru STIT.

Peristiwa naas ini terjadi sekitar pukul 09.00 Wib, berlokasi dukuh Siali-ali Desa Surajaya Gedung baru STIT Pemalang. Ketika WY sedang melakukan pekerjaannya di lantai dua gedung baru STIT (kelas) atau Islami Institute Of Pemalang.

Menurut salah satu pekerja dilokasi, yang tidak mau disebut namanya. Penyebab atau kronologi ada sebuah holo atau almunium, yang menyangkut ke sebuah kabel bertegangan tinggi.

Diduga, korban tidak sengaja menyentuh atau menginjaknya. Hingga akhirnya korban tersengat aliran listrik yang kuat, dilokasi banyak pekerja lainnya. Ada sekitar 15 orang pekerja, tapi tidak ada yang berani untuk menolongnya.

Saya yang menggontong korban dari atas ke bawah, rekan-rekan lainnya kurang respon atau gak berani. Jelasnya kepada wartawan.

Akibat kejadian tersebut, korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, karena luka yang parah, jari kaki dan tangannya terpaksa harus di operasi atau diamputasi.

Tragedi ini tentu menjadi pukulan telak bagi korban yakni WY dan keluarganya. Ia kini harus menjalani hidup dengan keterbatasan fisik yang besar.

Diketahui korban merupakan warga Desa Surajaya, yang saat ini berdomisili di Desa Paduraksa (Sirau) bersama sang istrinya.

Kecelakaan kerja seperti ini tidak jarang terjadi di Indonesia. Kurangnya penerapan prosedur keselamatan kerja yang memadai menjadi salah satu faktor utama penyebabnya.

Oleh karena itu, penting bagi pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan keselamatan kerja demi mencegah tragedi serupa terulang kembali

Saat awak media mencoba konfirmasi ke pihak yayasan LPS2SDKI atau STIT Pemalang, namun pihak bersangkutan sedang tidak ditempat.

Menurut perwakilan pihak STIT, yakni Topik mengaku sebagai staff mengatakan kurang tau atau tidak mengetahui adanya kejadian tersebut. Sabtu (25/5/2024).

Lebih lanjut, kami mencoba ke RS. Ashari Pemalang guna melihat kondisi korban, dan menemui pihak keluarga. Namun saat itu korban sedang menjalani Operasi, sehingga belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut oleh awak media. Sabtu (25/5/) siang.

Mari kita doakan agar korban mendapatkan kesembuhan dan kekuatan untuk menjalani hidup dengan keterbatasannya.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan memprioritaskan keselamatan dalam bekerja.

Hingga berita ini diunggah, belum ada tanggapan dari pihak STIT Pemalang saat dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk konfirmasi kejadian atas ini. (Red)