
Cilacap, cminews.co.id : Calon Pengantin (Catin) di wilayah Kecamatan Patimuan Kabupaten Cilacap ikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang berlangsung di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Patimuan, Selasa (30/9/2025).
Pentingnya administrasi perkawinan yang tertib dan sesuai perundang-undangan salah satu tujuan digelarnya Bimwin.
Bimwin tersebut melibatkan puluhan Catin dari berbagai Desa di wilayah Kecamatan Patimuan, dibuka oleh Kepala KUA Patimuan, Darto yang sekaligus menjadi narasumber utama dalam sosialisasi administrasi perkawinan.
“Setiap pengantin penting untuk mempunyai bekal dalam rumah tangga dan untuk mengurangi jumlah perceraian”, ujar Darto.
Yang terjadi selama ini, lanjut Darto, jumlah perkawinan semakin menurun tapi perceraian semakin banyak itu maksud dan tujuan adanya Bimwin.

“Pemahaman terhadap Administrasi perkawinan bukan semata soal dokumen. Ini pondasi hukum dan sosial dalam kehidupan rumah tangga”, imbuhnya.
“Jika sejak awal suami istri sudah tertib administrasi, kedepan akan lebih mudah dalam mengurus hak-hak keperdataan, warisan, bahkan administrasi anak” terangnya.
Menurut Kepala KUA Patimuan dalam paparannya mejelaskan prosedur pencatatan perkawinan di KUA. Mulai dari pengurusan surat pengantar nikah dari Desa/Kelurahan, kelengkapan dokumen calon pengantin, hingga tata cara pendaftaran nikah secara online melalui aplikasi Simkah (Sistem Informasi Manajemen Nikah).

Darto juga menyampaikan pentingnya memahami usia minimum perkawinan yaitu 19 tahun untuk Catin, sesuai Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974.
Pelaksanaan Bimwin KUA Patimuan juga melibatkan penyuluh agama Islam serta Puskesman Patimuan. “Penyuluh agama memberi materi tentang membangun rumah tangga sakinah, sedangkan pihak Puskesmas menyampaikan pentingnya pemeriksaan kesehatan pra nikah”, ucap Darto.
Ia menyebut, bagian dari pendekatan holistik dalam bimbingan perkawinan yang tidak hanya fokus pada aspek hukum dan agama tetapi juga kesehatan reproduksi serta kesiapan mental dan emosional calon pengantin.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa catin menanyakan berbagai hal seputar legalitas nikah. “Setelah mengikuti Bimwin, saya jadi tahu kalau pencatatan nikah itu penting untuk masa depan kami berdua, serta anak-anak kami nantinya”, ungkap salah satu Catin.
Peserta Bimwin diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan membagikan informasi yang telah diterima kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
“Harapan kami, para peserta bisa menjadi duta informasi administrasi perkawinan, dengan begitu kesadaran hukum dan pentingnya pencatatan nikah bisa semakin meluas, hal ini bisa menekan angka pernikahan tanpa pencatatan resmi”, tutupnya.
KUA Patimuan berkomitmen melakukan inovasi pelayanan termasuk dalam memperluas layanan konsultasi pranikah dan pendampingan bagi pasangan yang menghadapi kendala administratif dalam pernikahan salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan.
Melalui Bimbingan Perkawinan diharapkan masyarakat Patimuan semakin sadar akan pentingnya membangun rumah tangga yang sehat, harmonis dan tertib administrasi demi terciptanya generasi masa depan yang lebih baik. (Suratman).







