
NABIRE, CMI News – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kabupaten Dogiyai melaksanakan kegiatan pendampingan teknis serta penginputan data penanganan stunting (gagal tumbuh) tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung selama tiga hari, terhitung dari tanggal 26 hingga 28 Agustus 2026, yang bertempat di Hotel Karya Papua, Nabire.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan operator dari berbagai lini pemerintahan daerah, yang terdiri dari: 22 Operator dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Dogiyai, 15 Operator dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Dogiyai dan 10 Operator perwakilan dari masing-masing Distrik.
Untuk memastikan kualitas dan validitas data, Bappeda dan Litbang Kabupaten Dogiyai menghadirkan narasumber sekaligus pendamping langsung dari Konsultan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Kehadiran ahli dari pusat ini bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis terbaru mengenai standar pelaporan nasional dan penggunaan sistem informasi yang terintegrasi.
Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Dogiyai,Yakobus Dogomo, S.S. menyatakan bahwa akurasi data adalah kunci utama dalam keberhasilan program penurunan angka stunting.
“Data yang tidak akurat akan menyebabkan intervensi yang salah sasaran. Dengan bantuan pendamping dari Kemendagri, kami berharap seluruh operator OPD, Puskesmas, dan Distrik dapat menginput data dengan benar, lengkap, dan tepat waktu,” ujarnya dalam pembukaan kegiatan.

Melalui kegiatan intensif selama tiga hari ini, Pemerintah Kabupaten Dogiyai menargetkan tersusunnya basis data stunting tahun 2026 yang komprehensif. Data ini akan menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan, mengalokasikan anggaran, serta melakukan intervensi gizi dan kesehatan secara spesifik kepada anak-anak yang berisiko.
“Dengan data yang akurat, upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat dilakukan secara tepat sasaran, sehingga target penurunan angka stunting di Kabupaten Dogiyai dapat tercapai sesuai dengan mandat nasional,” tambah beliau.
Peserta tampak antusias mengikuti sesi pendampingan, mulai dari pemahaman indikator stunting, teknik pengukuran antropometri, hingga simulasi penginputan data ke dalam sistem aplikasi nasional. Diharapkan setelah kegiatan ini, seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan dalam penyediaan data berkualitas di wilayahnya masing-masing.






