Sementara itu, Prof. Sisunandar, peneliti dan penemu pohon Kelapa Kopyor Cungap Merah di UMP, menjelaskan bahwa kelapa kopyor yang ditanam kali ini bukan kelapa biasa.
“Kelapa Kopyor Cungap Merah merupakan varietas unggul yang kami kembangkan di UMP. Pohon ini memiliki produktivitas tinggi, rasa khas, dan nilai ekonomi yang luar biasa. Penanamannya di lokasi bersejarah ini diharapkan menjadi simbol sinergi antara inovasi ilmu pengetahuan dan penghormatan pada warisan sejarah,” terangnya.
Program “Profesor Berdampak” yang diluncurkan UMP akan memuat agenda kerja nyata para profesor di berbagai bidang, mulai dari riset terapan, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan publik. UMP menargetkan program ini menjadi model kontribusi akademisi yang relevan dengan tantangan zaman. (*)



















