“Kami ingin memberi pesan bahwa seorang profesor tidak boleh berhenti di gelar akademiknya. Ilmu harus berdampak, harus dirasakan oleh masyarakat. Penanaman kelapa kopyor ini adalah simbol bahwa setiap pengetahuan yang kita tanam, kelak harus berbuah manfaat,” ujarnya.
Menurutnya, lokasi acara di makam kakek Presiden Prabowo Subianto dipilih untuk mengingatkan generasi muda tentang pentingnya menghormati perjuangan dan jasa para pendahulu.
“Refleksi kemerdekaan di sini adalah bentuk penghormatan. Kita belajar bahwa kemerdekaan lahir dari pengorbanan, dan tugas kita adalah mengisinya dengan kontribusi yang memberi jejak kebaikan,” ungkapnya.



















