
Pemalang – Pemerintah Kecamatan Comal bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menggelar Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal pada Selasa (8/9/2026). Langkah ini diambil guna mendorong nilai tambah komoditas lokal, khususnya telur asin khas Desa Sarwodadi, agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pelatihan yang berlangsung interaktif ini memfokuskan pada diversifikasi produk olahan telur asin yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan warga. Melalui sentuhan inovasi kuliner, bahan baku telur asin disulap menjadi aneka camilan bernilai jual tinggi, salah satunya kerupuk telur asin renyah dan gurih.
Camat Comal, Muchammad Maksum, S.IP., M.M., menyambut positif dan mendukung penuh jalannya pelatihan ini.
“Pelatihan ini sangat strategis untuk mendorong perekonomian warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal di wilayah Kecamatan Comal. Kami berharap inovasi ini membuat produk olahan warga memiliki daya saing tinggi,” ujar Muchammad Maksum.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta yang terdiri dari perwakilan kelompok masyarakat dan kader lokal mendapatkan bimbingan teori hingga praktik langsung dari praktisi Arinda Food Petarukan. Dua produk utama yang dipraktikkan meliputi:
- Telur Asin Rempah: Inovasi pembuatan telur asin dengan perpaduan rempah-rempah alami seperti serai, daun salam, bawang putih, dan jahe untuk menghasilkan cita rasa kaya serta aroma harum khas.
- Kerupuk Telur Asin: Diversifikasi olahan telur asin menjadi produk kerupuk renyah, gurih, dan tahan lama yang dikemas secara modern agar memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi.
Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya diajarkan teknik pembuatan, tetapi juga diarahkan untuk memahami standar kualitas produk dan pengemasan.

Pemerintah Kecamatan Comal optimistis bahwa keterampilan baru ini akan melahirkan unit-unit usaha mandiri baru serta memperkuat kemandirian pangan lokal di Kabupaten Pemalang.






