
PEMALANG, CMI GROUP – Dalam rangka memperkuat koordinasi dan memastikan kelancaran program nasional di tingkat daerah, Pemerintah Kecamatan Petarukan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral terkait penyelenggaraan kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan penting ini dilangsungkan di Aula PKK Kecamatan Petarukan pada Senin, 15 Juni 2026.
Rapat koordinasi strategis ini dipimpin langsung oleh Camat Petarukan, Muhibin, A.Md., S.H. Langkah ini mempertegas komitmen penuh dari pihak kecamatan dalam mengawal program agar berjalan efektif dan tepat sasaran. Guna membangun sinergi yang solid, rakor ini juga dihadiri oleh Kepala MBG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPBG), Kapolsek Petarukan, Danramil Petarukan, para Kepala Desa (Kades), serta Koordinator Wilayah Kecamatan Petarukan.
Dalam forum tersebut, penguatan sinergi antar-instansi menjadi fokus utama. Pihak kecamatan bersama unsur TNI-Polri dan perangkat desa berkomitmen untuk bersama-sama menyukseskan program MBG. Selain misi utama untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak demi menekan angka stunting di wilayah Petarukan, program ini juga diarahkan untuk membawa dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi warga.
Salah satu poin krusial yang dipaparkan oleh perwakilan TNI dalam pengarahannya adalah mengenai pemanfaatan potensi masyarakat setempat. Operasional pelaksanaan MBG di lapangan dipastikan akan mengutamakan perekrutan warga lokal.
”Relawan atau pekerja yang terlibat di program MBG ini rata-rata adalah masyarakat sekitar. Meskipun sering disebut sebagai relawan, mereka tetap mendapatkan kompensasi atau gaji atas kontribusi kerja mereka,” jelas perwakilan TNI saat memberikan sambutan di depan forum. Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan membantu pendapatan langsung rumah tangga di sekitar pusat kegiatan.
lapangan, rapat koordinasi ini juga menekankan pentingnya manajemen operasional yang ketat. Kepala SPBG diwajibkan untuk melakukan evaluasi internal secara rutin guna memantau kesiapan tim. Beberapa instruksi penting yang ditekankan meliputi diantaranya , Validasi Data Sasaran: Melakukan koordinasi data Balita di bawah 3 tahun (B3), ibu hamil, dan ibu menyusui dengan kepala desa secara berkala agar distribusi tepat sasaran, Hubungan Antar-Lembaga: Memastikan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi berjalan dengan baik antara Kepala SPBG, kepala desa, serta seluruh stakeholder terkait, dan SOP dan Mutu: Menjaga kualitas dan keamanan distribusi MBG serta memastikan seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) dipatuhi secara ketat sebelum penyaluran dilakukan.

Melalui standarisasi SOP dan evaluasi berkala tersebut, program MBG di Kecamatan Petarukan diharapkan mampu menciptakan pelaksanaan lapangan yang kondusif dan bebas dari gesekan atau konflik (zero conflict). Selain itu, monitoring terhadap kualitas serta keamanan distribusi menjadi perhatian utama para pimpinan agar tidak terjadi masalah teknis seperti keterlambatan pengiriman atau penurunan kualitas makanan saat diterima masyarakat.
Selain penyerapan tenaga kerja, target jangka panjang dari program MBG di Kecamatan Petarukan adalah menciptakan kemandirian ekonomi desa melalui kerja sama erat dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kemitraan ini diproyeksikan untuk menyuplai kebutuhan bahan baku serta logistik program secara mandiri.
Meskipun dalam jalannya rapat diakui bahwa implementasi kerja sama dengan BUMDes saat ini masih menghadapi tantangan dan belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan rencana awal, hal tersebut menjadi bahan evaluasi mendalam bagi pihak kecamatan.
Camat Petarukan bersama unsur Forkopimcam menegaskan akan terus mendampingi dan mencari solusi terbaik agar kendala teknis di lapangan dapat segera teratasi. Dengan sinergi lintas sektoral yang kuat serta pengawasan SOP yang ketat, Pemerintah Kecamatan Petarukan optimis program MBG tidak hanya sukses memperbaiki gizi generasi muda, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa secara nyata.









