“Kami menolak pembahasan RUU TNI ini yang dilakukan secara tertutup. Ini berpotensi mengembalikan dwifungsi ABRI, yang bertentangan dengan semangat reformasi,” tegas Andrie.
Aksi protes ini menjadi bagian dari gelombang kritik yang semakin besar terhadap RUU TNI, dengan banyak pihak mendesak agar proses pembahasannya dilakukan secara lebih transparan dan melibatkan partisipasi publik yang lebih luas.
Sementara itu, kepolisian akan terus menyelidiki laporan yang telah diterima untuk memastikan apakah ada unsur pelanggaran hukum dalam aksi protes yang terjadi di Hotel Fairmont.













