Kapolres Metro Bekasi Sumarni menegaskan bahwa perang sarung tidak lagi bisa dianggap sebagai tradisi Ramadhan yang wajar.
“Kami fokus pada edukasi dan pencegahan. Masyarakat juga kami dorong aktif melapor melalui layanan Call Center 110 jika melihat potensi tawuran,” ujarnya, dikutip Jum’at, (27/2/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan Kelompok Sadar Kamtibmas (Kopdar), Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), serta perangkat desa menjadi kunci untuk memutus rantai tawuran remaja yang terus berulang setiap Ramadhan.
Tak kalah penting, Sumarni menyoroti peran keluarga sebagai pengawas utama.
Menurutnya, pembiaran anak keluar rumah hingga larut malam menjadi salah satu pemicu utama perang sarung berujung kekerasan.











