CMI News — Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona pelemahan pada pembukaan perdagangan Kamis (20/11/2025). Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka di posisi Rp16.720 per dolar AS, melemah sekitar 0,18% dibanding penutupan sebelumnya yang sempat menguat ke level Rp16.690 per dolar AS.
Pergerakan ini membuat pasar kembali menaruh perhatian pada dinamika kebijakan moneter, baik dari dalam negeri maupun dari Amerika Serikat, yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi motor utama volatilitas kurs.
BI Tahan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Masih Terjaga
Dari sisi domestik, keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin menjadi salah satu faktor yang menahan pelemahan rupiah agar tidak lebih dalam.
BI menegaskan bahwa ruang pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka ke depan, namun harus ditempuh secara hati-hati. Fokusnya tetap pada inflasi yang terjaga, prospek pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nilai tukar.
Keputusan BI ini memberi sinyal bahwa stabilitas makro tetap menjadi prioritas utama—sebuah pendekatan yang kerap diapresiasi pelaku pasar, terutama di tengah tekanan global yang semakin dinamis.












