Dolar AS Menguat Setelah Risalah The Fed Dirilis
Di sisi lain, rupiah menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS. Indeks dolar (DXY) sempat melesat 0,68% pada perdagangan sebelumnya setelah rilis risalah rapat The Federal Open Market Committee (FOMC Minutes).
Intinya, risalah tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pejabat The Fed belum melihat alasan kuat untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember. Meskipun sebagian anggota membuka kemungkinan pemangkasan, pandangan dominan masih menilai langkah itu terlalu cepat mengingat ekonomi AS yang dinilai solid.
Ekspektasi pasar atas peluang pemangkasan suku bunga juga turun. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas penurunan suku bunga 25 basis poin kini hanya di sekitar 33%, turun dari 42,4% sehari sebelumnya.
Ketika harapan pemangkasan merosot, investor global cenderung kembali masuk ke dolar sebagai aset aman. Kondisi ini secara alami menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Apa Dampaknya bagi Pasar dan Pelaku Usaha?













