
JAKARTA – Industri kendaraan listrik di Indonesia kembali menunjukkan geliatnya. Kali ini, pabrikan otomotif raksasa asal Tiongkok, BYD, menunjukkan keseriusannya dengan mendatangkan ribuan unit mobil listrik menggunakan kapal kargo miliknya sendiri, BYD Zhengzhou. Kapal raksasa ini dilaporkan telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, membawa pasokan mobil listrik dalam jumlah besar.
Menurut unggahan akun Instagram resmi @pelabuhantanjungpriok, pada Selasa (5/8/2025), kapal Roll-on/Roll-off (RoRo) bernama BYD Zhengzhou ini bersandar di dermaga IPCC. “Kapal RoRo BYD Zhengzhou bertenaga LNG yang mampu menampung hingga 7.000 unit mobil, untuk pertama kalinya bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok,” tulis keterangan pada unggahan tersebut.
Kehadiran kapal ini menjadi sorotan karena BYD kini memiliki jalur pengiriman (shipping line) sendiri. Hal ini disampaikan oleh Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia. “Kehadiran kapal tersebut adalah bentuk confidence level BYD terhadap Indonesia dan skala industri yang diciptakan oleh BYD, khususnya di overseas,” ujar Luther.
Ia juga menambahkan bahwa dengan memiliki kapal sendiri, masalah pengiriman tidak akan menjadi kendala besar bagi konsumen. “Secara pengiriman bukan suatu isu yang besar buat BYD. Sebab, kami juga memiliki shipping line sendiri,” kata Luther.
Lihat postingan ini di Instagram

Dikutip dari Cnevpost.com, kapal BYD Zhengzhou ini merupakan kapal ketujuh yang dimiliki oleh BYD. Kapal ini melakukan pelayaran perdananya pada 23 Juni 2025 dan memiliki kapasitas angkut hingga 7.000 unit kendaraan. Nama “Zhengzhou” sendiri diambil dari sebuah kota di Provinsi Henan, Tiongkok Tengah, yang menjadi lokasi salah satu basis manufaktur kendaraan terbesar milik BYD.
Meski demikian, pihak BYD Motor Indonesia belum bisa merinci secara detail model mobil listrik apa saja yang dibawa serta jumlah unit pasti yang diturunkan di pelabuhan. Namun, kedatangan kapal ini jelas menjadi sinyal kuat bahwa BYD siap memenuhi permintaan pasar Indonesia yang terus meningkat.






