
CMI News – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perbaikan sistem inti administrasi pajak atau Coretax menjadi prioritas utama pemerintah untuk mendongkrak penerimaan negara. Setelah hampir sembilan bulan berjalan sejak diluncurkan pada 1 Januari 2025, Coretax masih menghadapi kendala teknis, terutama terkait kecepatan dan stabilitas sistem.
Menurut Purbaya, akar persoalan bukan pada konsep kebijakan, melainkan pada aspek teknologi informasi (IT). Untuk itu, ia berencana menghadirkan tenaga ahli IT dari luar negeri dalam waktu satu bulan ke depan guna mempercepat perbaikan.
“Problemnya ada di IT. Nanti saya bawa jago-jago IT dari luar untuk bisa memperbaiki dengan cepat. Dalam satu bulan harusnya bisa diselesaikan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN, Senin (22/9).
Coretax Masih dalam Tahap Stabilisasi
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menambahkan bahwa Coretax saat ini memang masih dalam tahap stabilisasi sistem. Proses perbaikan dilakukan bertahap, sehingga sesekali perlu dilakukan downtime terencana, seperti yang terjadi pada 18 September 2025 lalu dari pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.

Downtime tersebut berdampak pada e-Faktur Web dan e-Filing yang tidak bisa diakses sementara waktu. Menurut Bimo, langkah ini diperlukan agar Coretax dapat lebih andal dalam jangka panjang.
“Coretax itu sistem besar dengan jangkauan luas. Pemeliharaan rutin memang harus dilakukan agar akhir 2025 nanti sistem bisa berjalan lebih mulus,” jelasnya.






