CMI News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintah Indonesia kini tengah menjadi sorotan media internasional. Penyebabnya, lebih dari seribu anak di Jawa Barat dilaporkan mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makan siang sekolah dari program tersebut.

Reuters, misalnya, menurunkan laporan berjudul “Over 1,000 Indonesians sick from school meals in more food poisoning outbreaks” pada Jumat (26/9/2025). Media asal Inggris tersebut menekankan bahwa insiden ini menambah deretan kasus serupa yang sebelumnya telah terjadi di beberapa daerah, termasuk Jawa Barat dan Sulawesi Tengah.

“Pertanyaan mulai muncul terkait standar dan pengawasan program ini, mengingat MBG telah berkembang pesat menjangkau lebih dari 20 juta penerima. Pemerintah menargetkan cakupan hingga 83 juta orang pada akhir tahun, dengan anggaran mencapai Rp171 triliun yang rencananya berlipat ganda tahun depan,” tulis Reuters.

BBC dan Independent Ikut Menyoroti

Tak hanya Reuters, BBC International juga menurunkan laporan dengan judul “Over 1,000 children fall ill from free school lunches in Indonesia”. Media tersebut menyoroti gejala para korban—mulai dari sakit perut, mual, pusing hingga sesak napas—yang disebut tidak biasa untuk kasus keracunan makanan.

BBC menambahkan, penyebab keracunan sebelumnya diduga berasal dari kelalaian dalam pengolahan makanan, seperti penggunaan saus kedaluwarsa hingga menu ikan hiu goreng yang tidak layak konsumsi. Sementara pada kasus terbaru, menu yang dikonsumsi anak-anak meliputi ayam kecap, tahu goreng, sayuran, dan buah.

Laporan Independent bahkan menyoroti desakan sejumlah kelompok masyarakat sipil agar pemerintah menangguhkan program MBG. Tayangan televisi lokal memperlihatkan ruang perawatan rumah sakit dipenuhi anak-anak korban keracunan, sementara polisi dan petugas medis berjibaku membawa pasien dengan ambulans hingga truk.

Menurut Independent, organisasi lokal seperti CPI (Pusat Inisiatif Pengembangan Strategis Indonesia) menyebut data resmi hanyalah “puncak gunung es”, sementara Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPI) menilai program makan gratis “telah gagal” dalam implementasinya.

Pemerintah Tetap Jalan, Meski Dikritik

Di tengah kritik yang deras, pemerintah memastikan tidak ada rencana menghentikan program MBG. Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat menegaskan kasus keracunan massal bukanlah kegagalan sistemik, melainkan kesalahan teknis di lapangan.

Badan Nasional Penanggulangan Gizi (BNG) juga menyatakan penyebab insiden lebih banyak terkait kelalaian Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah korektif, termasuk evaluasi rantai distribusi dan standar pengolahan makanan, disebut sedang diperkuat untuk mencegah kasus serupa terulang.