
Pemalang, CMI News – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ashari Pemalang menyampaikan permintaan maaf terkait dugaan penolakan kedatangan wartawan televisi yang hendak meliput pasien demam berdarah pada Selasa, 2 Juli 2024.
Ketua Tim Humas RSUD dr Ashari, dr Tuti didampingi oleh Aziz dan Agus Riyanto, menjelaskan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh miskomunikasi antara rumah sakit dan para wartawan.
“Kami atas nama RSUD dr Ashari meminta maaf kepada insan pers dan berharap ke depannya bisa terjalin sinergi yang baik, serta komunikasi yang efektif dan saling menguntungkan,” ujar dr. Tuti pada Rabu (3/7/2024) pagi di Sekretariat Dewan Kesenian Pemalang, yang juga menjadi markas wartawan setempat.
Kunjungan Tim Humas ke markas media ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan klarifikasi kepada insan pers di Kabupaten Pemalang.
“Kami sebagai pelayan umum tentu akan berdampingan langsung dengan insan pers. Kami berharap kehadiran insan pers bisa bersinergi untuk mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan atau mempromosikan program-program pemerintah,” tambahnya.
Aziz menjelaskan bahwa tuduhan intimidasi dan pengusiran yang diutarakan oleh beberapa wartawan tidak benar adanya.

“Indikasi intimidasi atau pengawalan yang keras tidak pernah terjadi. Kami hanya menunjukkan tempat yang dituju sesuai dengan SOP, dan hal ini bisa dibuktikan melalui rekaman CCTV kami,” jelasnya.
Aziz juga menjelaskan tentang regulasi yang melarang pengambilan gambar pasien di rumah sakit.
“Menurut Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023, pengambilan gambar pasien di rumah sakit hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu, seperti Kejadian Luar Biasa (KLB) atau permintaan aparat hukum,” terangnya.
“Namun, untuk pengambilan gambar ruangan atau area lain di rumah sakit, kami mempersilahkan.” tuturnya.
Pihak rumah sakit juga memberikan data terbaru terkait peningkatan kasus demam berdarah di RSUD dr Ashari. Pada bulan Juni, jumlah kasus meningkat signifikan dengan total 111 kasus, dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya yang rata-rata di bawah 70 kasus.
Hingga saat ini, terdapat 14 pasien yang masih dirawat dengan satu kasus meninggal dunia akibat komorbiditas.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Tuti mengimbau masyarakat untuk melakukan 3M: membersihkan, menguras, dan mengubur genangan air, serta menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan dengan mengonsumsi vitamin.
Nyamuk demam berdarah cenderung aktif di siang hari, sehingga pencegahan di waktu tersebut sangat penting.
Dengan permintaan maaf dan klarifikasi ini, RSUD dr Ashari berharap dapat membangun kembali hubungan yang baik dengan media dan terus bekerja sama dalam memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.






