Ia juga menyoroti masih rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja, meskipun Kota Bekasi dikenal sebagai salah satu daerah dengan perkembangan kawasan industri yang cukup pesat.
Politikus Partai Solidaritas Indonesia itu menilai ada sejumlah faktor yang memengaruhi tingginya pengangguran, mulai dari ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri, minimnya pelatihan berbasis kompetensi, hingga belum optimalnya perlindungan dan prioritas bagi tenaga kerja lokal.
Karena itu, DPRD Kota Bekasi mendorong pemerintah daerah untuk menyusun langkah strategis yang berkelanjutan guna menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.













