CMI News – Pemerintah resmi meluncurkan program magang untuk lulusan perguruan tinggi (fresh graduate maksimal satu tahun). Program ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi 8+4+5 senilai Rp16,23 triliun, yang diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Gaji Ditanggung Negara

Dalam skema ini, sebanyak 20.000 peserta magang akan menerima uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP), dengan estimasi sekitar Rp3,3 juta per bulan selama enam bulan. Total anggaran yang disiapkan untuk 2025 mencapai Rp198 miliar, jumlah yang sama juga dialokasikan untuk 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, program ini menjadi insentif langsung bagi perusahaan. Pasalnya, seluruh biaya gaji ditanggung oleh pemerintah.

“Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya gaji, karena UMP peserta magang sudah ditanggung negara,” jelas Airlangga Senin, (22/9/2025).

Mekanisme dan Pendaftaran

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, besaran gaji akan menyesuaikan dengan UMP masing-masing provinsi. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan platform pendaftaran yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

“Calon peserta akan mendaftar melalui platform tersebut, begitu juga perusahaan. Nanti ada proses pemadanan data agar sesuai dengan kebutuhan,” terang Yassierli.

Konsep ini disebut mirip dengan program SiapKerja, namun berbeda dengan Kartu PraKerja. Bedanya, fokus program ini adalah memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja di perusahaan tanpa membebani biaya operasional perusahaan.

Dampak Ekonomi dan Pasar Tenaga Kerja

Program ini memiliki dua efek strategis. Pertama, membantu mengurangi pengangguran terdidik yang menurut data BPS jumlahnya masih relatif tinggi. Kedua, memberikan ruang bagi perusahaan untuk menambah tenaga kerja tanpa harus menanggung biaya langsung, sehingga efisiensi tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi global.

Dari sisi fiskal, alokasi Rp198 miliar per tahun terlihat cukup moderat dibandingkan manfaat yang ditargetkan. Jika berhasil, program ini bisa menjadi model keberlanjutan untuk meningkatkan employability fresh graduate, sekaligus mengisi gap keterampilan yang sering menjadi kendala dalam rekrutmen tenaga kerja baru.