Akira tersenyum lembut. “Aku berharap begitu.”
Suatu hari, Akira menemukan sebuah kalimat yang ditulis di dinding sekolah: “Mencari sesuatu yang tiada akan selamanya tanpa makna”. Akira merasa terinspirasi oleh kalimat itu dan mulai mencari makna hidupnya.
Akira memutuskan untuk bergabung dengan sebuah klub di sekolah yang membantu siswa-siswa yang kesulitan. Dia merasa bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk membuat perbedaan dan menemukan makna hidupnya.
“Akira, aku tidak tahu apakah aku bisa melakukan ini,” kata Akira kepada Pak Rudi, guru yang membimbing klub itu.
“Kamu bisa, Akira. Kamu hanya perlu percaya pada dirimu sendiri,” jawab Pak Rudi dengan senyum.
Akira tersenyum dan mulai berusaha. Dia membantu siswa-siswa yang kesulitan dan membuat perbedaan dalam hidup mereka.
“Akira, kamu luar biasa!” kata Lina, sambil memeluk Akira. “Kamu telah menemukan tujuanmu.”
Akira tersenyum, merasa bahwa pelita di dalam dirinya mulai bersinar. “Aku tidak sendirian, Lina. Aku telah menemukan makna hidupku.”












