
Pemalang – Pembunuhan gadis beseragam Pramuka RI (20) di Pemalang, dilakukan pelaku berinisial AM (26) warga Dukuh Kedawung, Desa Sidorejo, Kecamatan Comal.
Pelaku ditetapkan sebagai tersangka, Bahwa perbuatan pelaku AM alias sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 340 KUHP.
“Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.”
Perkenalkan Pelaku Dan Korban
Bahwa berawal pelaku berkenalan dengan korban Sdri. Rika Indriyeni Binti Wargono (Alm) Indriyeni Binti Wargono (Almr) melalui aplikasi facebook berdasarkan bukti screenshoot chating pada tanggal 05 Agustus 2023 pukul 06.03 PM yang pada pokoknya pelaku mengaku sebagai saksi Iqbal, terdakwa mengaku kuliah di Jogja.

Isi Chat Melalui Facebook
Pelaku : “iyo iki knu nembe daftar SMA”
Korban : “lha saiki ngendi awakmu, kerjo opo pie”
Pelaku : “kuliah dek, sambil kerja”.
Korban : “hebat mas,kerja ngendi mas, ngemanan mas”.
Pelaku : “ning jogja”.
Korban : “lha kuliah. Emang ngendi to”.
Pelaku : “3 minggu meneh ujian li wisuda, UGM, kamu kerja pok? Negndi saiki?”.
Korban : “aku kerja mas, aku mung lulusan SMP ko mas, ga koyo awakmu nyampe kuliah, ning kampung aku, kerja ning nasi padang”.
Usai akrab di facebook, kemudian korban (RI) dengan pelaku (AM) bertukaran nomor handphone dan berkomunikasi melalui pesan whatsapp pada tanggal 06 Agustus 2023.
Selanjutnya pada hari Minggu tanggal 20 Agustus sekitar pukul 21.00 Wib pelaku berkomunikasi dengan korban untuk janjian bertemu di depan SMAN 1 Comal.
Dengan menggunakan sepeda motor Honda Supra 125cc warna hitam Nopol. G 2347 CD Tahun 2008 No.Mesin. JB916-1544851, No.Rangka. MHIJB91108K540954, bahwa pelaku datang kerumah temannya (saksi) yakni Khusnul Marom.
Pelaku meminjam helm miliknya temannya helm merk KYT DJ Maru warna putih, setelah itu pelaku langsung pergi, dan memarkirkan sepeda motornya di Indomaret depan SMP 02 Comal kemudian berjalan kaki menuju SMAN 1 Comal.
Di hari yang sama, sekitar pukul 21.00 Wib korban Rika Indriyeni (alm). Sempat mampir ke rumah makan ayam geprek “Ayam Goreng MM” yang berada disamping tempat kerjanya.
Untuk menemui Saksi Nur Alfiyyah namun dikarenakan Saksi Nur Alfiyyah sedang beres-beres, kemudian langsung pergi dengan menggunakan sepeda motor miliknya jenis Honda Beat Nopol. G 4266 AOB warna merah hitam.
Pelaku dan korban akhirnya bertemu di depan SMA 1 Comal, sekiranya pukul 22.00 WIB. Dalam perbincangannya antara korban dan pelaku, korban bertanya “sampean pok?” (kamu ya) lalu dijawab oleh pelaku “iyo” (iya).
Lanjutnya, kemudian korban berkata “yowis sampean ning ngarep sing ngerti dalane” (yaudah kamu saja yang depan menyetir yang tahu jalannya) saat itu pelaku langsung menaiki dan mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol. G 4266 AOB warna merah hitam.
Sedangkan korban membonceng Sdri. Rika Indriyeni Binti Wargono (Almarhumah). Sempat pelaku mengajak korban ke sebuah angkringan di daerah Coma, akan tetapi korban tidak mau turun dari motornya.
Karena adanya keniatan jahat oleh pelaku, akhirnya korban dibawa pergi bertujuan mencari tempat yang aman dan gelap untuk menurunkan korban (RI).
Tempat Dimana Lokasi Korban Dihabisi
Sempat korban meminta ditunjukan alamat pelaku, karena memang pelaku sudah mempunyai niat jahat hingga akhirnya korban dibawa ke sebuah kebon mangga sekitar pukul 22.30 WIB.
Korban pun bertanya kepada pelaku, “kok Ning kene” (kok disini) tanya korban, Iya umahku Ning kunu (iya rumahku disana) jawab pelaku sambil menunjuk ke arah barat.
Saat itu pelaku turun dari sepeda motor, sedangkan korban masih duduk di sepeda motor. Kemudian pelaku akhirnya mendekati korban dan mencium pipi.
Korban pun sempat meminta pelaku untuk melepas masker yang dipakainya, tetapi pelaku enggan melakukan hal tersebut.
Detik-Detik korban dihabisi Pelaku
Saat itu pelaku kembali turun dari sepeda motor, dan membelakangi korban.
Tiba – tiba pelaku dengan menggunakan tangan kiri dan mengunci dengan tangan kanan langsung memiting leher korban.
Sehingga keduanya terjatuh bersamaan dengan posisi pelaku masih memiting kencang leher korban. Tak hanya itu, kaki korban pun di kunci dengan kaki pelaku bertujuan agar tidak memberontak selama 15 menitan.
Memastikan korban sudah tak berdaya dan meninggal dunia pelaku akhirnya melepaskan korbannya. Usai melakukan aksi sadisnya itu, pelaku akhirnya pergi untuk mengambil sebuah sarung tangan dan seragam pramuka diatas genteng rumahnya.
Selanjutnya pelaku kembali ke lokasi dimana menghabisi korban dihabisi (kebon mangga), usai dilokasi pelaku mencopot plat nomor sepeda motor dan isi tas milik korban serta pergi menuju jalan Pantura untuk membeli kopi dan rokok.
Pelaku kembali ke lokasi kejadian, dan melepaskan pakaian hingga celana korban.
Mirisnya lagi, Pelaku juga memasukan jarinya ke kemaluan korban serta memakaikam pakaian seragam dan rok pramuka kepada korban (RI).
Jasad Korban Dimasukan Kedalam Sarung
Jazad korban kemudian dimasukan kedalam sarung, dan diletakan di dasboard depan sepeda motor serta barang – barang milik korban di masukan kedalam jok motor.
Kemudian pelaku menuju ke sungai Blendung untuk membuang tas korban, sedangkan isi tas berisi 1 (satu) buah lipstik, 1 (satu) buah kaca berbentuk lingkaran, 1 (satu) buah parfum, 1 (satu) buah dompet warna coklat namun 1 (satu) buah lipstik, 1 (satu) buah kaca berbentuk lingkaran, 1 (satu) buah parfum miliki korban di buang di sawah daerah gardu.
Sedangkan uang tunai yang terikat dengan pecahan Rp.20.000,- (dua puluh ribu rupiah), Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah), Rp.5.000,- (lima ribu rupiah), Rp.2.000,- (dua ribu rupiah), Rp.1.000,- (seribu rupiah) dengan jumlah Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) dan 1(satu) buah dompet di masukan kedalam jok motor serta dibawa pulang.
Handphone korban sempat berbunyi terus menerus, saat pelaku melewati persawahan. Merasa terganggu hal itu, kemudian pelaku menghancurkan handphone milik korban.
Jazad Korban Ditenggelamkan
Sekitar pukul 02.00 Wib dini hari, berlokasi di sungai Blendung, Comal. Jazad korban yang masih didalam sarung tersebut kemudian ditenggelamkan menggunakan batu, lalu pelaku pergi dengan menggunakan sepeda motor milik korban.
Sepeda Motor Korban Dijual Pelaku
Pelaku menjual sepeda motor Honda Beat Nopol. G 4266 AOB milik korban secara online dengan harga Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) kepada akun “Pembalap Ireng”, uang sebesar Rp. 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah) diberikan kepada istri pelaku dan sisanya digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Kondisi Korban Saat Ditemukan
Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dari pemeriksaan jenazah korban, terdapat luka akibat kekerasan tumpul berupa memar pada kepala, wajah, dan anggota gerak atas kanan, luka lecet pada wajah, punggung, pinggang, dan anggota gerak, resapan darah pada kulit kepala bagian dalam dan pendarahan otak.
Kemudian didapatkan tanda mati lemas, proses pembusukan dan tanda persentuhan lama dengan air. Didapatkan memar pada bibir kecil kemaluan, robekan baru pada selaput dara dan sperma pada liang senggama akibat persetubuhan.
Sebab kematian adalah kekerasan tumpul pada kepala mengakibatkan pendarahan otak dan bekap mengakibatkan mati lemas.
Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi
Pihak Kepolisian Resor Pemalang menangkap pelaku di Dusun Kedawung Rt.04 RW.04 Desa Sidorejo Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang. Pada Sabtu, (23/9/2023) sekitar pukul 01.00 WIB.
Tuntutan Jaksa Kepada Pelaku
Pelaku AKROM MUZAKI Als DIDOT BIN SUPARTO telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pembunuhan Berencana dan Menyembunyikan Mayat” sebagaimana dalam Dakwaan Pertama Primair yakni melanggar Pasal 340 KUHP dan Dakwaan Kedua yakni melanggar Pasal 181 KUHP.
Jaksa menjatuhkan pelaku dengan pidana penjara selama 20 (dua puluh) tahun penjara dikurangi masa penangkapan dan/atau penahanan yang telah dijalani;
Barang Bukti Kejahatan Pelaku
Adapun barang bukti kejahatan pelaku sebagai berikut, 1 Unit Spm Honda Supra X 125, Warna Hitam , No.Pol : G-2347-CD, Tahun 2008 , No.Sin : Jb916-154485 , No.Ka : MHIJB91108K540954.
Sedangkan, 1 Potong Kerudung Warna Coklat, 1 Potong Celana Panjang Kolor Warna Hitam, 1 Potong Bra Warna Biru Merk Tiana Secret, 1 Potong Baju Lengan Panjang Warna Hitam, 1 Buah Plat Nomor Spm milik Korban Dengan No.Registrasi G-4266-AOB, barang bukti Dirampas untuk Negara.








