Ketua Komisi C Dr Noor Rosyadi, mengungkapkan ” Acara ini digagas dengan tujuan untuk memperbaiki tata kelola Pasar Randudongkal yang telah dibangun dengan megah namun belum mampu menarik pengunjung yang cukup dan menyoroti masalah Pendapatan Asli Daerah (PAD)
H Mukti perwakilan pedagang pasar mengeluh pada akses masuk pasar yang masih terbatas. Menurutnya, akses yang ada saat ini tidak terlihat jelas dan tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. “Akses jalur masuk pasar harus diperbanyak, karena akses yang ada saat ini tidak kelihatan dan tidak memadai,” ujarnya.
Selain itu, Haji Mul, perwakilan dari para pedagang, juga menyampaikan kekhawatirannya dan terganggu banyaknya wahana mainan,serta suara sound dari parkiran serta masalah penarikan retribusi yang dilakukan di pagi hari yang menurutnya tidak tepat waktu karena belum dapat penglaris.
Feriyadi, mewakili pedagang di lantai 2, mengungkapkan bahwa eskalator yang seharusnya menjadi daya tarik bagi pengunjung, kini tidak berfungsi. “Eskalator yang dulu menjadi daya tarik pembeli kini tidak berfungsi. Ini sangat mempengaruhi minat pembeli untuk naik ke lantai atas,” jelasnya.












