Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Pemalang

Pasar Murah Pemalang 2026: Strategi Bupati Anom Kendalikan Inflasi di Desa Tundagan

×

Pasar Murah Pemalang 2026: Strategi Bupati Anom Kendalikan Inflasi di Desa Tundagan

Sebarkan artikel ini
Pasar Murah Pemalang 2026: Strategi Bupati Anom Kendalikan Inflasi di Desa Tundagan
Pasar Murah Pemalang 2026: Strategi Bupati Anom Kendalikan Inflasi di Desa Tundagan

PEMALANG โ€“ Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar pasar murah sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul, Selasa (3/3/2026) ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, didampingi Kepala Diskumdag dan Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang. Secara simbolis, Bupati menyerahkan kupon dan paket sembako kepada Kepala Desa Tundagan serta perwakilan warga setempat.

Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, Noor Faizah Maenofie, menjelaskan alasan pemilihan lokasi di Desa Tundagan. Menurutnya, desa ini masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pemalang.

“Kami memilih desa ini untuk membantu mendongkrak perekonomian warga. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan kami berharap ini bisa meringankan beban mereka,” ujar Maenofie.

Pasar murah ini secara spesifik menyasar masyarakat yang masuk dalam data Desil 1 dan Desil 2. Selain Tundagan, kegiatan serupa akan dilaksanakan secara maraton di empat lokasi lain, yakni Desa Clekatakan, Bulakan, Serang, dan berakhir di Pendopo Kabupaten Pemalang.

Bupati Anom Widiyantoro menegaskan bahwa pasar murah ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari intervensi pemerintah pusat dalam menekan angka inflasi hingga ke level desa.

“Inflasi ini menjadi atensi serius Pemerintah Pusat, Kementerian Keuangan, hingga Kemendagri. Kami ingin saat Idulfitri tiba, masyarakat sudah memiliki ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau,” tutur Anom.

Dalam pasar murah ini, Diskumdag menyediakan 700 paket sembako bersubsidi berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir. Dinas Pertanian juga menghadirkan beras SPHP dan telur ayam harga subsidi, sementara TP PKK serta BUMD turut menyalurkan paket biskuit, sirup, dan mi instan.

Tak hanya sektor pangan, Pemkab Pemalang juga menghadirkan pelayanan publik jemput bola. Disdukcapil membuka layanan administrasi kependudukan, sementara Dinas Kesehatan memberikan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi warga.

Umiyah, warga Dukuh Harjasari, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Ini pertama kalinya ada di desa kami. Harganya hampir separuh dari harga normal, sangat membantu masyarakat kecil seperti kami,” ungkapnya.


Eksplorasi konten lain dari CMI News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





















banner
error:

Verified by MonsterInsights