Puncak acara berlangsung menjelang tengah malam, saat H. Mansur Hidayat dan Muhammad Bobby Dewantara melakukan pemotongan tumpeng. Potongan tumpeng tersebut diserahkan kepada dalang cilik, Narendra, yang masih duduk di bangku kelas 5 SD, sebagai simbolisasi harapan bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya.
Masyarakat sekitar dan pencinta wayang kulit serta partisipan acara merasakan suasana haru dan bahagia, bersatu dalam momen yang tak hanya menjadi tasyakuran, tetapi juga pernyataan komitmen untuk terus memperkuat ikatan komunitas dan mengingat nilai-nilai luhur dalam setiap langkah politik menuju perubahan yang lebih baik.













