Cikarang, CMI News – Di tengah fluktuasi harga komoditas global, satu nama melesat meninggalkan yang lain: neodymium. Logam tanah jarang (rare earth element/REE) ini kini menjadi primadona baru pasar global, bahkan harganya jauh menyalip emas.
Data Refinitiv menunjukkan, per Jumat (22/8/2025), harga neodymium menembus CNY 785.500 per ton atau setara Rp1,8 miliar. Lonjakan ini mencatatkan kenaikan 21% dalam sebulan terakhir dan 58% sepanjang tahun berjalan. Dari seluruh komoditas utama, hanya rhodium (62%) yang tumbuh lebih tinggi.
Sebagai perbandingan, harga batu bara saat ini hanya US$111 per ton atau Rp1,8 juta. Dengan demikian, harga neodymium setara 1.000 kali lipat batu bara.
Kenapa Neodymium Jadi Rebutan?
Neodymium adalah bahan baku utama magnet permanen NdFeB (neodymium-iron-boron), yang dikenal paling kuat di dunia. Magnet ini menjadi komponen vital di berbagai perangkat modern, mulai dari:
Mikrofon, headphone, dan speaker
Hard disk drive













