DOGIYAI, CMI News – Perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP) asal Kabupaten Dogiyai memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai atas implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang tepat sasaran, khususnya melalui program rekrutmen dan pelatihan operator alat berat bagi 25 pemuda lokal ke Mimika, Papua Tengah.

Dalam keterangan persnya usai menghadiri acara pelepasan peserta di Kantor Bupati Dogiyai,Kamis (6/8/2026), perwakilan MRP Dogiyai menyatakan bahwa kehadiran mereka dalam acara tersebut bukan tanpa alasan, melainkan untuk menyaksikan langsung bukti nyata komitmen pemda dalam memberdayakan Pemuda Dogiyai.

“Kami sangat senang bisa hadir dalam pelepasan ini, karena inilah tujuan utama kami datang: melihat bagaimana Dana Otsus diterjemahkan menjadi program yang bermanfaat langsung bagi rakyat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Dogiyai yang telah berhasil menerapkan Dana Otsus secara efektif dan berpihak pada peningkatan kapasitas SDM lokal,” ujar perwakilan Anggota MRP Germanus Goo.

Perwakilan MRP menyoroti pentingnya mengubah stigma bahwa pekerjaan teknis berat hanya bisa dilakukan oleh pendatang. Melalui pelatihan intensif selama 20 hari di Mimika, diharapkan mentalitas pemuda Dogiyai dapat berubah menjadi lebih percaya diri dan kompeten.

“Dunia industri besar saat ini memang didominasi oleh tenaga ahli dari luar, namun dengan adanya inisiatif pelatihan ini, Pemkab Dogiyai telah melakukan langkah luar biasa. Ini adalah bukti bahwa putra daerah juga mampu menguasai teknologi dan mengoperasikan alat-alat berat jika diberi kesempatan dan pendidikan yang memadai,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kekuatan fisik dan nutrisi alami orang Papua merupakan modal dasar yang baik, namun harus dilengkapi dengan skill teknis agar dapat bersaing di dunia kerja modern.

“Orang Dogiyai memiliki fisik yang kuat dan nutrisi yang baik. Jika kemampuan fisik ini dipadukan dengan keterampilan teknis dari pelatihan selama 20 hari ke depan, maka mereka akan menjadi tenaga kerja yang sangat tangguh dan siap diserap oleh industri,” jelasnya.

Lebih lanjut, perwakilan MRP Dogiyai mengeluarkan himbauan keras kepada seluruh perusahaan kontraktor, CV, dan PT yang beroperasi di wilayah Dogiyai maupun sekitarnya. Ia mendesak agar sektor swasta memberikan prioritas penyerapan tenaga kerja kepada alumni pelatihan ini.

“Kepada semua kantor, PT, dan CV yang ada di Dogiyai, kami menghimbau: Gunakanlah putra asli yang sudah belajar dan terlatih ini. Jangan biarkan ilmu yang mereka dapatkan di Mimika menjadi sia-sia. Dengan mempekerjakan mereka, Anda tidak hanya membantu ekonomi keluarga, tetapi juga memastikan bahwa investasi Dana Otsus benar-benar berdampak jangka panjang,” pungkasnya.

Apresiasi dari MRP ini menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara lembaga adat, pemerintah daerah, dan sektor swasta diperlukan untuk memastikan bahwa Dana Otsus benar-benar mengangkat harkat dan martabat Orang Asli Papua melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.