
Perwakilan MRP menyoroti pentingnya mengubah stigma bahwa pekerjaan teknis berat hanya bisa dilakukan oleh pendatang. Melalui pelatihan intensif selama 20 hari di Mimika, diharapkan mentalitas pemuda Dogiyai dapat berubah menjadi lebih percaya diri dan kompeten.
“Dunia industri besar saat ini memang didominasi oleh tenaga ahli dari luar, namun dengan adanya inisiatif pelatihan ini, Pemkab Dogiyai telah melakukan langkah luar biasa. Ini adalah bukti bahwa putra daerah juga mampu menguasai teknologi dan mengoperasikan alat-alat berat jika diberi kesempatan dan pendidikan yang memadai,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan fisik dan nutrisi alami orang Papua merupakan modal dasar yang baik, namun harus dilengkapi dengan skill teknis agar dapat bersaing di dunia kerja modern.







