“Macam-macam ukuran bambunya, ada yang layung (umbul-umbul panjang), bambu untuk lampu hias, serta bambu buat tongkat pramuka juga ada. Harganya dari Rp.10 ribu sampai Rp.20 ribu per batang”, ujar Slamet.
Slamet mengatakan bahwa menurutnya, peminat atau pembeli pada tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. “Ramainya setiap hari minggu, bisa habis 5-6 kodi, kalau hari biasa sepi”, keluhnya.
Meski sepinya pembeli di hari biasa, Slamet tetap merasa optimis, karena bendera yabg di jualnya merupakan produksinya sendiri, sehingga dirinya bisa mengatur biaya produksinya.
“Jika benderanya tidak laku, masih bisa disimpan untuk tahun berikutnya, asal masih terbungkus rapih, jika ada yang mau ikut jualan kita juga siapkan barangnya”, pungkas Slamet.
Tidak hanya berjualan di Jl. Tendean, pihaknya juga membuka cabang jualannya di Jl. Perintis Kemerdekaan, dan Jl. Gatot Subroto seputaran Terminal Bis Bangga Mbangun Desa Cilacap.

















