“Selama musim kemarau, kera ini kesulitan mendapatkan makanan, sehingga saat diadakan Tradisi Rewanda Bojana inilah, ratusan kera langsung menyerbu gunungan”, jelas Panitia pelaksana tradisi Rewanda Bojana.

Salah satu pengunjung, Aulia Nurul dari Semarang, yang melihat tradisi ini mengatakan senang dimana masyarakat hidup berdampingan sama alam.
“Ini menarik, karena dimana masyarakat hidup berdampingan sama alam, dengan hewan-hewan di sekitar sini. Mereka kasih makan secara cuma-cuma saat lagi krisis di alam itu sendiri di musim kemarau, jadi persediaan makanan di hutan itu kan menipis, masyarakat dengan cuma-cuma kasih makan untuk monyet-monyet ini”, urainya.




















