
BANYUMAS – CMI News : Masyarakat Desa Cikakak Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas mempunyai tradisi yang di namakan Rewanda Bojana atau memberi makan kepada ratusan kera ekor panjang yang hidup liar dan dapat berdampingan dengan manusia.
Sedikitnya ada 15 gunungan yang berisi aneka buah buahan dan hasil bumi, di bawa warga untuk disajikan kepada ratusan kera ekor panjang.
Menurut panitia pelaksana, Katim, mengatakan, Tradisi Rewanda Bojana merupakan event tahunan yang digelar warga setiap musim kemarau.
“Rewanda berarti monyet, Bojana bermakna makan bersama. Jadi, secara arti sederhananya memberikan makan monyet. Secara filosofi, kita memang dengan adanya monyet di pemukiman masyarakat kita bisa bersama sama berbaur saling mengerti satu sama lain untuk kebutuhannya”, ucapnya saat pelaksanaan tradisi rewanda bojana, Minggu (21/10).

Dalam pelaksanaan ini, lanjut Katim, ada 15 gunungan isinya aneka buah buahan, pala pendhem (hasil bumi), sayuran. “Yang penting monyet itu kan sifatnya makanan, apa apa mau, intinya ya monyet itu mau”, imbuhnya.

Sebelum gunungan diberikan untuk ratusan monyet, 15 gunungan tersebut diarak keliling kampung. “Pemberian makan terhadap ratusan kera ekor panjang dalam Rewanda Bojana ini sebagai wujud jika mereka bisa hidup berdampingan dengan makhluk lain atau manusia”, kata Katim.
Belasan gunungan yang bersisi aneka buah, sayur dan hasil bumi langsung menjadi sasaran ratusan kera ekor panjang di Taman Kera Desa Cikakak Banyumas. Pasukan kera ini langsung menuju dan memilih 15 tempat gunungan yang telah disiapkan, dan kera-kera ini langsung memakan isi gunungan yang dibawa oleh warga.
“Selama musim kemarau, kera ini kesulitan mendapatkan makanan, sehingga saat diadakan Tradisi Rewanda Bojana inilah, ratusan kera langsung menyerbu gunungan”, jelas Panitia pelaksana tradisi Rewanda Bojana.

Salah satu pengunjung, Aulia Nurul dari Semarang, yang melihat tradisi ini mengatakan senang dimana masyarakat hidup berdampingan sama alam.
“Ini menarik, karena dimana masyarakat hidup berdampingan sama alam, dengan hewan-hewan di sekitar sini. Mereka kasih makan secara cuma-cuma saat lagi krisis di alam itu sendiri di musim kemarau, jadi persediaan makanan di hutan itu kan menipis, masyarakat dengan cuma-cuma kasih makan untuk monyet-monyet ini”, urainya.
Tradisi Rewanda Bojana ini juga diisi dengan tarian tradisional yang menggambarkan kehidupan kera ekor panjang di Desa Cikakak.








