SEMARANG – Isu darurat sampah menjadi perhatian serius bagi banyak daerah, termasuk Kabupaten Pemalang. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang mengambil langkah strategis dengan mengembangkan pengelolaan sampah berbasis zonasi. Langkah ini dipaparkan langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dalam kegiatan diseminasi yang diadakan di Semarang, Rabu (13/8).

Acara yang bertema “Diseminasi Model Pengelolaan Sampah Berbasis Zona sebagai Solusi Kedaruratan Sampah di Kabupaten Pemalang dan Jawa Tengah” ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk jajaran OPD Pemprov Jateng dan perwakilan akademisi dari Undip. Sebagai salah satu narasumber, Bupati Anom menjelaskan bahwa pendekatan zonasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayahnya.

“Kita sudah mulai melakukan zonasi untuk pemusnahan sampah, tapi ini tetap tidak bisa selesai atau berhenti. Kita akan tetap berkelanjutan dan menetapkan zonasi beberapa lagi yang akan dibuat di Kabupaten Pemalang,” ujar Bupati Anom.

Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis zonasi bertujuan ganda, yaitu untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, sekaligus memberikan nilai ekonomi pada sampah itu sendiri. Namun, Anom menekankan bahwa kunci utama dari keberhasilan program ini terletak pada partisipasi aktif masyarakat.

“Masyarakat sudah mulai cerdas untuk memilah, ini kunci yang paling utama untuk berkelanjutan dan juga memberikan nilai ekonomi sampah ke depan dan bermanfaat juga bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Pemkab Pemalang optimis dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif secara ekonomi.